Minggu, 29 Oktober 2017

IN THE DARK


Semuanya begitu gelap, tanpa sedikit pun cahaya. Aku mengerti jika kini aku tengah tersesat, tapi entah dimana. Yang hanya ada gelap dan gelap. Dengan tertatih aku terus berjalan. Sakit, perih semua aku rasakan. Menikmati setiap rasa dalam pekatnya cahaya hitam.

Ya Tuhan dimanakah aku?
Apa yang terjadi denganku.

Pertanyaann demi pertanyaan mengusik jalanku yang semakin tertatih. Aku sudah merasakan begitu letihnya berjalan. Ingin rasanya tubuh ini beristirahat meskipun sejenak, tapi tanpa cahaya aku takkan mampu untuk berisitirahat.

Dalam lelah aku mencoba berdamai dengan semuanya, dengan gelap yang kulewati. Menerima dengan pasrah apa yang terjadi.

Tiba-tiba mataku melihat ada sedikit cahaya entah dari mana. Aku mencari sumber cahaya itu. Aku tersenyum begitu mengetahui asalnya.

Aku menyambutnya ... berjalan kearahnya. Semakin lama jalanku, semakin luas cahaya dihadapanku.

Di sanalah aku melihat kau menunggu, menungguku bersama uluran tanganmu. Tangan kokoh yang selama ini hanya ada dalam anganku.


Senyummu mengembang bersama kedua tanganmu yang siap mendekapku. Aku semakin mempercepat langkah meski sakit dan letih.

Semakin mendekat semakin terlihat sosokmu, sosok rupawan bagai dewa dalam cerita cinta sang dewi.

Tetapi kau bukan dewa, kau sama sepertiku. Manusia yang tak pernah tahu arah kehidupan, kau mendekapku begitu aku sampai dihadapanmu.

“Aku telah menunggumu,” bisikkan lembut kau ucapkan di telingaku.
“Aku merindukanmu,” jawabku dengan lelehan airmata.
“Kembalilah, Ibu menunggumu,” ucapnya.
“Aku ingin bersamamu.”
Kau menatapku lekat, menganggukan kepala dan tersenyum meyakinkanku. Pelukanmu merenggang, melepasku untuk kembali dalam dunia fana. Aku menjerit menyebut namamu. Aku tak ingin kehilanganmu lagi.

“Alhamdulilah ... akhirnya kau sadar juga,” terdengar ucap lega dari seorang Ibu.


10 komentar:

  1. aku merinding bacanya mbak....

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe ... syukurlah, lama tidak nulis fiksi, habis sholat zuhur punya ide fiksi, jadilah ini ... makasih mbak

      Hapus
  2. Ceritanya sedih banget T_T. Sepertinya saya juga pernah dalam rasa seperti itu

    BalasHapus
  3. Balasan
    1. insyaallah ... ini contoh flashfiction mbak

      Hapus

Bobor Bayam Ala-Ala

Buat Emak-Emak pagi hari memang selalu super aktif tenaga dan pikirannya, mulai dari masak, mencuci mengurus anak dan seabreg pekerjaan...